Jumat, 27 September 2013

rinto efendi



Kebakaran hutan
                Kebakaran hutan adalah suatu kejadian yang sangat ekstrim , kebakaran hutan terjadi karena gesekan pohon / bamboo yang sudah kering dalam waktu yang lama akan menimbulkan percikan-percikan api .
                Di Indonesia kebakaran hutan sering terjadi terutama di hutan-hutan kering . hal ini disebabkan kekeringan yang cukup lama , dan bisa juga disebabkan oleh pohon / bamboo yang bergesekan dalam waktu yang cukup lama hingga mengeluarkan percikan-percikan api yang mengenai daun-daun kering di bawahnya .
                Hal ini sangat merugikan bagi manusia maupun hewan . kerugian bagi hewan yaitu hewan sulit mencari makan , tidak ada tempat untuk berlindung dari hewan buas . kerugian bagi manusia adalah hutan untuk mencari makan bagi orang-orang yang bertempat tinggal di sekitar gunung itu , kerugian yang ke dua adalah hewan-hewan yang hidup di hutan turun ke pemukiman warga dan merusak kebun , sawah dan rumah warga .
                Tidak hanya di hutan yang kering saja , di hutan yang masih hijau pun bisa terbakar . tapi hal ini tidak disebabkan oleh alam melainkan disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab . kelakuan manusia yang menyebabkan kebakaran hutan yaitu menyalakan api dihutan , lalu saat mematikan tidak dikubut dengah tanah / disiram air .

Kukuh anugrah



Tsunami
                Tsunami adalah gesernya kerak bumi di dasar laut sehingga menimbulkan getaran dan gelombang laut yang sangat besar .
                Tsunami biasa terjadi di dasar laut , dan gelomgangnya menuju ke pinggiran pantai . bisa terjadi di mana saja dan kapan saja . adapun cirri-ciri terjadinya tsunami adalah air pantai mulai surut , terdengar gemuruh air yang kencang , beserta gempa dengan kekuatan tinggi . Tsunami sangat merugikan bagi setiap orang , dapat merusak semua bangunan yang di terjang oleh arus ombak yang besar . Seperti pada beberapa tahun yang lalu terjadi tsunami di Negara Jepang , yang telah menghancurkan bangunan dan menewaskan sejumlah orang-orang yang tidak bersalah .
·         Tsunami tersebut di jepang pada tahun 2011 dan di Negara kita sendiri tepatnya di aceh pada bulan September 2004
Tsunami sendiri tidak bisa ditanggulangi karena itu merupakan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja .

fallah iman



BANJIR
banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.
Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.

ahmad faisal



Polusi udara
Polusi udara adalah persoalan yang sangat serius di Indonesia. Sumber polusi udara adalah kendaraan transportasi seperti mobil, motor dan bis. Indonesia adalah negara keempat terpadat di dunia, dan di Jakarta sendiri jumlah kendaraan sudah lebih dari 50 juta. Kendaraan menghasilkan karbondioksida yang merusakan lapisan ozon dan lingkungan kita. Dampak polusi udara adalah: dampak kesehatan, dampak terhadap tanaman, dan di akibatkan oleh hujan asam. Banyak orang Indonesia tidak memahami keparahan polusi udara. Satu keluarga rata-rata memiliki setidaknya dua mobil tapi sering ada keluarga yang mempunyai lebih dari dua. Orang juga tidak ingin menggunakan transportasi umum karena tidak nyaman dan bersih.
Di kota Shaanxi, Cina, polusi udara begitu buruk, kabut asap selalu di udara. Banyak orang yang sakit dan menderita kanker paru-paru. Polusi udara mempunyai banyak bahan kimia yang beracun bagi manusia. Jika kita tidak berubah, bumi kita akan hancur. Untunglah, pemerintah kita sudah memulai memperbaikin masalah polusi udara di Jakarta seperti membuat aturan 3 in 1 untuk mengurangi mobil di jalan.

Selasa, 10 September 2013

ahmad faisal

1. Gunung Rinjani, NTB
by : ahmad faisal

Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.
Gunung Rinjani - NTB
Gunung Rinjani - NTB

2. Pulau Komodo, NTT
by : ahmad saiful

Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).
Pulau Komodo - NTT
Gunung Rinjani - NTB
3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat

by : fallah iman

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.
Kepulauan Raja Ampat - Papua Barat
Kepulauan Raja Ampat - Papua Barat
4. Kawah Ijen, Jawa Timur
by :kuku anugrahayu

Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.
Kawah Ijen - Jawa Timur
Kawah Ijen - Jawa Timur
5. Carstensz Pyramid, Papua
by : M.afif

Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.
 Cartensz Pyramid - Papua
Cartensz Pyramid - Papua
6. Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda
by: rinto efendi

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa
Gunung Anak Krakatau - Papua

Rabu, 28 Agustus 2013

Orang utan


Orang utan

?Orangutan[1]
Orangutan.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Primata
Famili: Hominidae
Upafamili: Ponginae
Elliot, 1912
Genus: Pongo
Lacépède, 1799
Tipe spesies
Simia pygmaeus
Linnaeus, 1760
Distribusi Orang utan
Distribusi Orang utan
Spesies

        Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Asal nama Sumatera berawal dari keberadaaan Kerajaan Samudera (terletak di pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang[1].

         Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah "Pulau Emas". Istilah Pulau Ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindua Mato dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti "negeri emas".
         Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dalam bahasa Sanskerta dengan istilah: Suwarnadwipa ("pulau emas") atau Suwarnabhumi ("tanah emas"). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa.          Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama "Serendib" (tepatnya: "Suwarandib"), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.
          Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.
          Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi Nusantara, terutama Sumatera. Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.
          Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ofir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).
          Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera (Gunung Ophir di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang sekarang bernama Gunung Talamau?). Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ofir Nabi Sulaiman a.s.

Samudera menjadi Sumatera

          Kata yang pertama kali menyebutkan nama Sumatra berasal dari gelar seorang raja Sriwijaya Haji (raja) Sumatrabhumi ("Raja tanah Sumatra"), [2] berdasarkan berita China ia mengirimkan utusan ke China pada tahun 1017. Pendapat lain menyebutkan nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan abad ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis.
Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pordenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.
          Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau "Samatrah". Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama "Camatarra". Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama "Samatara", sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama "Samatra". Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu "Camatra", dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya "Camatora". Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: "Somatra". Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: "Samoterra", "Samotra", "Sumotra", bahkan "Zamatra" dan "Zamatora".
Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatera. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah Indonesia: Sumatera